SanDi KerLiP Jakarta
Kelompok belajar : Teratai VII No E-16 Tanjung Barat Indah Jakarta Selatan 12530
Tutor : YantiKerLiP, LovelykerLiP
Hari/Tgl kegiatan : Selasa/9 September 2008
Peserta hadir :
• Aji
• Zakky
• Icha
• Irdan
• Irvan
• Nara
• Raka
Tujuan :
Peningkatan efektivitas partisipasi anak dalam menyusun, melaksanakan, memantau, mengevaluasi kegiatan pembelajaran berbasis keluarga
Kegiatan :
• Presentasi dan diskusi mindmapping The 7 Habit Highly People Teens oleh Aji, Irdan dan Irvan
• Up dating do work Irdan dan Irvan di www.home-school inc.com
• Pembuatan web based planned Nara dan Raka
• Pendampingan penyusunan jadwal kegiatan belajar untuk Aji, Nara, Irdan dan Irvan
• Pendampingan Time4Learning Icha
• Rencana Kegiatan Belajar Bersama Hari Kamis
• Kesepakatan jadwal baru selama ramadhan Selasa dan Kamis pk. 10.00-11.30
Narasi :
Aji menyerahkan resume The 7 habit highly effective teen dan jadwal kegiatan belajar dalam buku tulisnya. Setelah resume buku tersebut kubaca, Aji didampingi untuk menyusun web based plannednya. Perlu 45 menit untuk menyelesaikan rencana kegiatan pembelajaran Aji sampai 20 Desember 2008. Aji pulang membawa print out jadwal mingguan kegiatan belajarnya. Usul Aji untuk mengubah jadwal khusus di bulan Ramadhan diterima teman-temannya dengan senang hati. Kegiatan hari ini dimulai dengan diskusi resume buku.
Diskusi Buku The 7 Habit Highly Effective Teens ini dipandu oleh Raka. Presentasi mindmapping,”Latih Kebiasaanmu” dan Presentasi Irdan “Paradigma dan Prinsip” mengawali diskusi tentang kebiasaan, bakat, paradigma, kelebihan dan kekurangan. Paparan Zakky tentang bakat yang melekat pada setiap manusia sejak dilahirkan menggelitik rasa ingin tahuku sebagai fasilitator belajar mereka. Sambil sesekali menjawab bisikan Icha, kucoba menggali kedalaman pemahaman anak-anak setelah membaca bagian pertama dari buku tersebut. Penjelasan Irvan tentang pentingnya melatih kebiasaan agar dapat meraih cita-cita saat diminta pendapatnya tentang paparan Zakky, membuka dialogku dengan anak-anak.
“Apakah seseorang menjadi penjahat karena bakat atau kebiasaan?”tanyaku
“Ada yang sejak kecil berpotensi jadi penjahat, ada juga yang menjadi penjahat karena lingkungan,”jawab Zakky
“Siapa penjahat terkenal yang akhir-akhir ini meramaikan media massa?”tanyaku lagi
“Rian,”jawab Nara
“Rian menjadi penjahat kemanusiaan karena berambisi menjadi orang terkenal,” kata Raka
“Mungkin ada pengalaman di masa kecil yang membuat Rian kemudian menjadi penjahat seperti itu,” kata Zakky menambahkan
“Kayaknya lingkungannya yang membentuk Rian menjadi penjahat meskipun terlihat seperti orang baik-baik,” kata Irdan
“Wah banyak sekali informasi yang kalian peroleh. Nampaknya antara bakat dan kebiasaan perlu didiskusikan lebih lanjut pada hari Selasa depan ya!” seruku lagi
“Baik, kita gali informasi dari Irvan dan Irdan yuk!”kataku
Irdan menjelaskan resume bukunya dan mencoba menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan kebiasaan sehari-harinya. “Adakah kebiasaan yang dipandang buruk oleh Irdan tapi sebenarnya itu merupakan kebiasaan yang berpotensi untuk membangun masa depannya?” tanyaku kepada Irdan.
“Paradigma itu merupakan kacamata untuk memandang kehidupan kita di masa depan,” kata Irdan. “Agak sulit menemukan kebiasaan buruk Irvan, adik saya. Mungkin lebih baik Irvan sendiri menyampaikan kebiasaan buruknya kemudian saya akan lihat sisi baik dari kebiasaan buruk tersebut,”Irdan menambahkan
“Ada sisi positif pada setiap hal yang terlihat buruk,” kata Nara
“Bagaimana Irvan?” tanyaku
“Setahu ibu, Irvan ingin mengurangi kebiasaan main game, padahal menurut Ibu, bisa jadi kebiasaan tersebut sangat bermanfaat jika Irvan berminat untuk menekuni profesi yang berhubungan dengan game,”kataku kepada Irvan
“Saya ingin menjadi musisi kok Bu,” jawab Irvan. “Wow,Hebat sekali!” seruku
“Kapan kamu mulai bercita-cita menjadi musisi?” tanyaku kemudian
“Sejak kelas 1 SMP,” jawab Irvan. “Apakah keluarga memberikan dukungan yang Irvan perlukan untuk menjadi musisi?”tanyaku lagi. “Sedikit sekali, Bu,”jawab Irvan dengan spontan.”Saya terinspirasi oleh gitar dan band favorit, Muse,”katanya menambahkan. “Hebat ya, Irvan tetap bercita-cita menjadi musisi steleah lebih dari lima tahun sejak terinspirasi oleh Muse,”kataku. “Siapa yang membelikan tiket konser Muse untuk Irvan?”tanyaku lagi. “Saya beli CD nya Bu,”jawab Irvan.
“Waktu kecil, ibu ingin sekali menjadi guru, tetapi kayaknya lebih keren kalau kuliah di ITB. Eh, sekarang ternyata benar-benar menjadi guru. Ibu harap anak-anak mulai mantap menetapkan cita-cita dan mulai menekuninya secara mandiri ya,”kataku lagi.
Kemudian anak-anak bergantian up date kegiatan belajar mereka dalam format free web based planed yang sudah disusun bersama-sama pada pertemuan sebelumnya. Zakky dan Raka masuk kedalam kamar dan asyik mendiskusikan banyak hal. Sambil menunggu Irdan dan Irvan menyelesaikan tugas mereka, Lovely menjelaskan panduan pembelajaran berbasis keluarga kepada Nara. Kemudian Nara dan Raka mencoba menyusun web based planned dalam dampinganku.
Menjelang pulang, Nara masih kebingungan.Hari ini pertemuan perdana Nara untuk mencoba bergabung di komunitas homeschooling KerLiP. Hari Kamis lalu, Nara diantar Ibu dan kakaknya menannyakan beberapa kemungkinan untuk dapat melanjutkan pendidikannya setelah berhenti dari sebuah SMA Negeri di Jakarta. Dia ingin menjadi ahli hukum yang dapat duduk di legislatif untuk memperjuangkan penghapuasan korupsi di negara Indonesia tercinta ini.
Semangat yang luar biasa ditambah dukungan penuh dari Ibu dan kakaknya, mengantarkan Nara sampai ke komunitas Homeschooling KerLiP.
Nara dibekali print out deteksi kebutuhan belajar untuk SMA jurusan IPS dan panduan web based planned untuk membantu persiapan pembelajaran mandiri.
Selasa, 09 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar